Halo! Kenalkan, ini Naunau dan adik kecilnya, Zasha. Sore ini, mereka sedang bermain di ruang tengah. Naunau sedang asyik menyusun balok, sementara Zasha merangkak ke sana kemari. Suasana rumah terasa sangat ramai dan penuh semangat.
Di dapur, Mama sedang sibuk menyiapkan makan malam. Suara panci berdenting dan air mengalir terdengar riuh. Mama terlihat sangat lelah. Kepala Mama terasa sedikit pening karena suasana sore yang sangat bising. Mama menarik napas panjang, mencoba untuk tetap tenang.
Tiba-tiba, "Oweee! Oweee!" Zasha mulai menangis kencang. Zasha merasa mengantuk dan ingin digendong. Suara tangisannya memenuhi ruangan. Zasha menggerak-gerakkan kakinya di atas karpet, merasa tidak nyaman.
Naunau juga mulai merasa tidak nyaman. "Mama, mau main! Mama, lihat ini!" rengek Naunau sambil menarik-narik ujung baju Mama. Naunau ingin Mama memperhatikannya, tapi Mama sedang sangat sibuk dan kewalahan dengan suara tangisan Zasha.
Aduh! Karena ingin membantu mengambilkan botol, Naunau tidak sengaja menyenggol botol minyak bayi. "Pyuuur!" Minyaknya tumpah ke lantai yang bersih. Lantai pun menjadi sangat licin dan berminyak. Naunau terkejut melihat cairan bening yang meluber ke mana-mana.
Mama melihat lantai yang berantakan and minyak yang tumpah. Mama merasa ingin menangis karena terlalu lelah. Rumah terasa sangat kacau dengan tangisan Zasha dan tumpahan minyak itu. Mama duduk sebentar di kursi makan, menutup wajah dengan kedua tangannya.
Tiba-tiba, terdengar suara kunci diputar. "Cklek!" Ayah pulang! Ayah tersenyum lebar saat masuk ke rumah. Ayah melihat Naunau yang mematung di dekat tumpuhan minyak. "Wah, ada petualangan apa di sini?" tanya Ayah dengan suara yang tenang dan lembut.
Ayah segera menghampiri Mama. Ayah memberikan pelukan yang sangat hangat dan lama untuk Mama. "Istirahatlah sebentar, Mama. Biar Ayah yang urus semuanya," bisik Ayah. Mama merasa beban di pundaknya perlahan menghilang setelah dipeluk Ayah.
Ayah mulai beraksi! Sambil menggendong Zasha yang sudah mulai tenang, Ayah mengambil kain lap untuk membersihkan tumpahan minyak. Zasha menyandarkan kepalanya di bahu Ayah yang kokoh. Ayah membersihkan lantai dengan cepat agar tidak ada yang terpeleset.
Sekarang rumah sudah rapi kembali. Suasana menjadi sunyi dan damai. Ayah, Mama, Naunau, dan Zasha berkumpul di sofa. Mama memeluk Naunau dengan penuh kasih sayang. "Maafkan Naunau ya, Mama," bisik Naunau. Mama mencium kening Naunau. Sore yang penuh kehangatan.
BAGIKAN STORYBOOK INI :
✨ Terima kasih sudah membaca ✨